Archive

Archive for May, 2011

Twitter KPMB Jogja

 

Yuk mari add twitter kpmb jogja yukk

 

Categories: Info Kegiatan

Ini Dia Design Baju Makrab 2011

Bagus khan……

 

 

Categories: Info Kegiatan

Toponim Yogyakarta, Menilik Sejarah Penamaan Kampung

Sejumlah kampung di Yogyakarta ternyata memiliki keunikan karena proses penamaannya yang hampir seragam. Ada kampung yang namanya didasarkan pada profesi yang banyak ditekuni warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit. Kampung-kampung itu berdasarkan letaknya bisa dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu Jeron Beteng (kawasan dalam kompleks Kraton Yogyakarta) dan Jaba Beteng (kawasan di luar kompleks kraton Yogyakarta).

Kampung di wilayah Jeron Beteng umumnya dinamai berdasarkan keahlian abdi dalemnya, sebab kampung-kampung itu dulu merupakan tempat tinggal abdi dalem yang sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton. Berjalan ke timur dari Alun-Alun Utara dan berbelok ke kanan memasuki Plengkung Wijilan, anda akan menemui kampung Mantrigawen, Gamelan, Namburan, dan Siliran. Bila berjalan sampai ke Alun-alun Kidul, anda juga akan menemukan kampung Nagan dan Patehan.

Nama Mantrigawen diambil karena warganya merupakan abdi dalem kepala pegawai, sementara nama Gamelan diambil karena warganya bermatapencaharian sebagai pembuat tapal kuda. Siliran merupakan tempat tinggal abdi dalem Silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan dan Namburan ditinggali abdi dalem yang bertugas membunyikan gamelan. Patehan adalah rumah abdi dalem pembuat teh sedangkan Nagan adalah kediaman penabuh gamelan Jawa.

Menuju kawasan Jaba Beteng, anda bisa menjumpai kampung-kampung yang ditinggali hamba istana lainnya, seperti pengurus administrasi, prajurit, pengrajin, kaum profesional dan bangsawan lainnya. Beberapa kampung yang bisa dijumpai menurut data YogYES adalah Pajeksan, Jlagran, Dagen, Gandekan, Gowongan, Wirobrajan, Patangpuluhan, Prawirotaman, Mantrijeron dan Bugisan. Mengelilinginya dari utara ke selatan lebih mudah sebab persebaran kampung itu mulai dari Tugu hingga Panggung Krapyak.

Nama Pajeksan diambil karena kawasan itu didiami jaksa, sementara Dagen diambil karena dulu merupakan tempat tinggal tukang kayu. Gowongan merupakan tempat tinggal tukang bangunan sedangkan Jlagran didiami tukang batu. Kampung lain seperti Prawirotaman, Mantrijeron, Bugisan, Wirobrajan, Patangpuluhan serta Jogokrayan adalah kediaman prajurit pasukan Prawirotomo, Mantrijero, Wirobrojo, Bugis, Patangpuluh, dan Jogokaryo.

Seiring perkembangan dan makin pluralnya penduduk kota Yogyakarta, mulai tahun 1900-an bermunculan pula kampung-kampung lain di Jaba Beteng. Umumnya, kampung-kampung terbagi berdasarkan etnisnya sehingga dinamai berdasarkan etnis yang mendominasi. Beberapa kampung yang bisa dikunjungi antara lain Kranggan, Pecinan, Sayidan, Menduran, Loji Kecil, Kotabaru, dan Sagan. Selain sebagai tempat tinggal, kampung-kampung itu juga berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Kampung Kranggan yang terletak di utara Tugu dan Pecinan yang terletak di selatan Malioboro dulu didiami oleh orang-orang Cina. Kampung Sayidan menjadi tempat tinggal orang-orang Arab sementara Menduran ditinggali oleh orang-orang Madura. Keturunan Eropa yang umumnya merupakan orang Belanda tinggal di wilayah Loji Kecil yang terletak di dekat Benteng Vredeburg, Kotabaru yang terletak di timur laut Malioboro, dan Sagan yang ada di dekat Jalan Solo.

Merasakan atmosfer kampung itu dan meluangkan waktu sejenak untuk berinteraksi dengan warganya, anda akan tahu lebih banyak tentang sejarah penamaan kampung dan kondisi Yogyakarta di masa lampau. Anda mungkin juga akan bertanya -tanya sebab kondisi beberapa kampung sudah tak menunjukkan keseseuaian dengan namanya. Meski demikian, banyak perubahan yang menyebabkan kampung itu justru semakin menarik untuk dikunjungi.

Kampung Prawirotaman misalnya, meski bukan lagi kediaman prajurit namun kini semakin ramai karena terdapat banyak penginapan serta penjual souvenir khas Yogyakarta. Kampung Sayidan malah makin terkenal karena kini menjadi salah satu pusat aktivitas musisi jalanan di kota Yogyakarta. Kranggan masih memiliki pesona berupa pasar tradisional yang menjual makanan segar sedangkan kawasan dekat Siliran kini diramaikan dengan adanya mural di dinding pembatas rumah dan jalan.

Jejak kejayaan masa lalu di beberapa kampung itu juga masih bisa dilacak. Kawasan Loji Kecil dan Kotabaru memiliki bangunan bernuansa indies sebagai bukti bahwa dulu banyak didiami orang Eropa. Beberapa toko di Pecinan (kini dinamai Jalan Jendral Ahmad Yani) hingga kini masih berdiri sehingga bisa menjadi saksi kejayaan pedagang Cina masa lampau. Kampung-kampung Jeron Beteng menyimpan bangunan-bangunan khas Jawa yang menjadi kediaman abdi dalem.

Kampung-kampung itu letaknya berdekatan sehingga bisa ditempuh dengan becak atau sepeda. Anda sekaligus bisa merasakan nikmatnya berada di becak dan romantisnya mengayuh sepeda onthel menyusuri kampung-kampung di Yogyakarta.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Singgih Dwi Cahyanto
Copyright © 2006 YogYES.COM

Categories: Informasi terbaru

Tugu Jogja, Landmark Kota Jogja yang Paling Terkenal

Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah kota Yogyakarta.

Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu Golong-Gilig.

Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.

Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh. Bisa dikatakan, saat tugu runtuh ini merupakan keadaan transisi, sebelum makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.

Keadaan benar-benar berubah pada tahun 1889, saat pemerintah Belanda merenovasi bangunan tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan juga menjadi lebih rendah, hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.

Bila anda ingin memandang Tugu Jogja sepuasnya sambil mengenang makna filosofisnya, tersedia bangku yang menghadap ke tugu di pojok Jl. Pangeran Mangkubumi. Pukul 05.00 – 06.00 pagi hari merupakan saat yang tepat, saat udara masih segar dan belum banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang. Sesekali mungkin anda akan disapa dengan senyum ramah loper koran yang hendak menuju kantor sirkulasi harian Kedaulatan Rakyat.

Sore hingga tengah malam, ada penjual gudeg (masakan khas Yogyakarta) di pojok Jl. Diponegoro. Gudeg di sini terkenal enak dan harganya wajar. Anda bisa makan secara lesehan sambil menikmati pemandangan ke arah Tugu Jogja yang sedang bermandikan cahaya.

Begitu identiknya Tugu Jogja dengan Kota Yogyakarta, membuat banyak mahasiswa perantau mengungkapkan rasa senangnya setelah dinyatakan lulus kuliah dengan memeluk atau mencium Tugu Jogja. Mungkin hal itu juga sebagai ungkapan sayang kepada Kota Yogyakarta yang akan segera ditinggalkannya, sekaligus ikrar bahwa suatu saat nanti ia pasti akan mengunjungi kota tercinta ini lagi.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Agung Sulistiono Mabruron
sumber : YogYES.COM

Categories: Informasi terbaru

Progress Batakan Stadium Maret/April

BALIKPAPANERS – Saat Admin Balikpapaners.com mengunjungi areal/tempat dimana akan didirikan pembangunan Stadion Batakan (30/03), Admin sempat berbincang-bincang dengan salah satu pekerja dari PT Waskita bernama Bapak Sandro.
Beliau menyatakan bahwa saat ini tahap pembangunan mulai berjalan dimana pondasi-pondasi untuk tiang pancang sudah ditanam, sehingga dalam waktu dekat ini tiang-tiang pancang yang berjumlah ratusan unit akan segera didirikan untuk selanjutnya membangun tribun sektor barat. “kami akan mendirikan tribun barat serta lapangannya terlebih dahulu, karena sesuai permintaan DPRD Balikpapan agar segera dibangun tribun barat dan lapangannya” ungkap Sandro.
“Setelah itu kami juga akan membangun Training Camp di belakang sana mas, sembari menunggu pembebasan lahan untuk tribun timur” lanjut Sandro menunjukkan arah ke areal pembangunan Training Camp.

Sesuai pengamatan Admin, areal Training Camp persis berada dibelakang tribun barat. Arealnya cukup luas. Berikut Foto-foto pembangunan Batakan Stadium yang Admin ambil tanggal 30 Maret 2011 :

Jalan Masuk Telah Dilakukan Perataan

Truck Mengangkut bahan Material

Aktivitas Pembangunan Batakan Stadium

Tampak Satu Tiang Yang Telah Didirikan

Tampak Tiang-tiang Pancang Yang Siap Didirikan

Pengurukan Tanah

Areal Hijau Adalah Lokasi Yang Belum Dibebaskan, Merupakan Tribun Timur Stadion

Inilah Lokasi Dimana Tribun Barat Yang Akan Segera Dibangun

Disinilah Rencana Tempat Pembangunan Training Camp, Persis dibelakang Tribun Barat


Lokasi Pengambilan Gambar Merupakan Tanah Perbukitan, Yang Akan Segera Diratakan Menjadi Tanah Lapang

Sekian Laporan Admin kepada kawan-kawan semua, Kami akan terus memberikan informasi mengenai pembangunan Stadion di tiap bulannya. Terima Kasih

 

Sumber : http://balikpapaners.com

Categories: Info balikpapan

Jadwal Pameran Komputer Yogyakarta Tahun 2011


Pameran NYE 2010
Tanggal : 05 Februari 2011 – 09 Februari 2011
Lokasi : Jogja Expo Center (JEC)

Mega Bazaar Computer 2011
Organizer : Dyandra Promosindo
Tanggal : 09 Maret 2011 – 13 Maret 2011
Lokasi : Jogja Expo Center (JEC)

NIX 2011
Tanggal :07 Mei 2011 – 11 Mei 2011
Lokasi : Jogja Expo Center (JEC)

Festival Komputer Indonesia 2011
Organizer : Dyandra Promosindo
Tanggal : 08 Juni 2011 – 12 Juni 2011
Lokasi : Jogja Expo Center (JEC)

Categories: Info Jogjakarta

Kunjungi JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2011 KE – 15

 

 

Dalam Rangka Dies Natalis UNY Ke – 47

Kunjungi Pameran Buku Islam Terbesar & Terlengkap

JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2011 Ke – 15

26 April – 6 Mei 2011 GOR UNY Yogyakarta

Categories: Info Jogjakarta

Paris van Djokdja

Ternyata tak sedikit daerah di Yogyakarta yang memiliki nama sama dengan daerah atau kota lain di dalam dan luar negeri. Seluruhnya adalah hasil proses penamaan yang cukup unik, bisa didasarkan pada sesuatu yang menonjol di daerah tertentu sehingga secara kebetulan sama dengan daerah lain, bisa pula dilakukan oleh generasi muda Yogyakarta dengan menyingkat nama sebenarnya sehingga menjadi semacam nama gaul.

Sebut saja dusun Bandung, daerah di Playen, Kabupaten Gunung Kidul yang bernama sama dengan Bandung, ibu kota Propinsi Jawa Barat. Dusun itu dinamai berdasarkan adanya sebuah pemandian bernama Sendang Bandung yang konon airnya dibawa dari Laut Selatan oleh Nyai Andansari. Di sana, anda tak akan menemukan peyem (ketela utuh yang diragi menjadi tape) seperti di kota Bandung, namun di waktu tertentu akan menjumpai serabi kocor (makanan dari tepung beras berkuah air gula jawa).

Ada lagi daerah Kuningan yang terletak dekat dengan Jalan Colombo, sebelah timur Bunderan Universitas Gadjah Mada. Daerah itu unik, karena tidak saja memiliki kesamaan nama dengan kota Kuningan di Jawa Barat, tetapi juga banyak didiami oleh orang-orang dari kota bernama sama tersebut. Umumnya, orang-orang Kuningan Jawa Barat yang tinggal di Kuningan Yogyakarta membuka warung burjo (bubur kacang ijo) yang menjadi langganan mahasiswa kos-kosan di kota pelajar ini.

Masih ada Depok, sebuah daerah di sekitar ring road timur Yogyakarta yang namanya sama dengan Kotamadya Depok, daerah di sebelah timur Jakarta. Keduanya sama-sama menjadi kompleks kampus. Jika Depok sebelah Jakarta menjadi kompleks kampus Universitas Indonesia dan Gunadarma, maka Depok di Yogyakarta menjadi kompleks kampus Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Proklamasi 45 dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Bila berbicara nama gaul suatu daerah yang lahir dari penyingkatan nama sebenarnya, maka yang paling terkenal adalah Paris. Bukan menunjuk pada Paris ibu kota Perancis yang menjadi kiblat mode dunia, tetapi Paris yang merupakan singkatan Parangtritis, pantai di selatan Yogyakarta yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Paris Yogyakarta menawarkan pemandangan laut yang indah serta kenikmatan menyusuri pantai dengan menunggang kuda, pengalaman yang tak kalah menarik dengan memandang menara Eiffel.

Daerah lain yang dinamai dengan proses serupa menurut data YogYES adalah Pasar Kembang yang sering juga disebut Pakistan, singkatan dari Pasar Kidul Stasiun sebab berada di sebelah selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Daerah bernama sama dengan sebuah negara di sebelah barat India itu menawarkan penginapan dengan harga terjangkau dan gang sempit yang siap menggoda iman setiap lelaki yang melewatinya. Anda pun bisa langsung menuju Malioboro dan Sosrowijayan untuk memulai petualangan wisata yang lain dari daerah ini.

Bila mengelilingi Yogyakarta, anda mungkin akan menemukan beberapa daerah dengan nama yang sama. Jetis misalnya, tak hanya ada di utara Tugu tetapi juga ada di Kabupaten Bantul. Sementara Pathuk bukan hanya tempat penjualan bakpia, tetapi juga sebuah bukit di Jalan Wonosari. Bagaimana, penasaran untuk mengelilingi semua daerah itu? Tentu anda akan menemukan banyak hal menarik jika sampai di sana.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Singgih Dwi Cahyanto
sumber : YogYES.COM

Categories: Informasi terbaru

4 Tahun kami hadir bersama anda

 

Tak terasa sudah 4 tahun kami ada dan berusaha memberikan informasi untuk anda semua,

Sejak 2007 sampai 2011. Doakan kami agar lebih baik lagi di pengurus yang baru ini.

 

 

Salam

 

KPMB Yogya 2011

 

Categories: Informasi terbaru

Rekruitment Pengurus KPMB Yogya 2011 – 2012

 

KPMB Yogyakarta membuka pendaftaran untuk calon pengurus baru periode 2011-2012,

open recruitment tgl 3-7 Mei 2011,

bagi temen yang berminat untuk bergabung

bisa langsung download formnya (http://www.ziddu.com/download/14842140/FORMULIRPENDAFTARAN.pdf.html)

 

formulir langsung di serahkan ke sekretariatan KPMB Yogyakarta (Jl. Wachid Hasyim No.17 & 19 Widorobaru, Caturtunggal, Sleman)

info lebih lanjut follow twitter @kpmb_jogja dan CP : 085743042014,


 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.