Home > Info balikpapan > About Balikpapan

About Balikpapan

Suku yang ada di Balikpapan

Suku-suku yang ada di Balikpapan adalah

  1. Suku Dayak
  2. Suku Kutai
  3. Suku Banjar
  4. Suku Bugis
  5. Suku Jawa
  6. Suku Minahasa
  7. Suku Batak

Bahasa daerah

Bahasa daerah yang sering di gunakan adalah

  1. Bahasa Banjar
  2. Bahasa Bugis
  3. Bahasa Jawa
  4. Bahasa Kutai

Umumnya bahasa yang digunakan pada keseharian warga Balikpapan adalah Bahasa Indonesia.

Adat Perkawinan

Penduduk kota Balikpapan masih sangat mencintai adat istiadat dan aturan pernikahan tradisional. Adapun adat istiadat pernikahan yang sering terjadi adalah pernikahan dengan menggunakan adat:

  1. Suku Kutai
  2. Suku Dayak
  3. Suku Banjar
  4. Suku Bugis
  5. Suku Jawa
  6. dan sebagian kecil dari adat Manado, Padang, Aceh, Flores

Cerita Legenda

Tersebutlah 4 orang kakak beradik sekandung yang datang dari Lautan untuk bertapa di sebuah bukit (Balikpapan). Selama masa pertapaan tersebut, jadilah 3 orang diantara mereka sebagai ular naga yang sangat besar dan melingkari seluruh daratan kota Balikpapan yang berbukit-bukit. Badan ular naga tersebut meliuk-liuk mengikuti kontur tanah kota Balikpapan. Mereka bertapa dalam tempo tertentu yang di ketahui oleh mereka sendiri untuk membentuk dan menjaga keharmonisan bukit-bukit tersebut. Selesainya waktu pertapaan dan masa untuk meninggalkan bukit tersebut di tandai dengan hujan yang sangat deras. Satu persatu dari mereka akan pergi apabila hujan yang sangat deras menyelimuti bukit-bukit.

Orang-orang tua terdahulu dan yang masih mempercayai cerita tersebut, sangat khawatir apabila hujan turun tiada henti dengan jumlah curah hujan yang besar. Adapun ular naga pertama keluar pada kira-kira tahun 1978 dimana saat itu terjadi banjir dan tanah longsor yang mengkawatirkan seluruh penduduk dan merugikan jiwa dan harta. Menurut cerita orang, jalan yang di tuju saat itu adalah lautan melewati sekitar pasar baru. Yang mana setelah hujan reda dan banjir kering, tanah di jalanan tersebut berbentuk seperti ular naga.

Kira-kira pada tahun 1985, terjadi lagi hujan dengan petir dan mengakibatkan banjir serta tanah longsor yang sangat meresahkan. Terjadi di sekitar bukit perumahan pertamina. Yang mengkibatkan pecahnya saluran besar pembuangan air pertamina dan menimpa perumahan penduduk kampung yang ada di bawahnya dan juga merugikan jiwa dan harta. Setelah hujan reda dan masyarakat mulai berbenah, ditemukan di jalan tersebut, bentuk meliuk seperti jalan ular menembus pagar kawat dan memperlihatkan bahwa kawat tersebut berlubang menuju arah lautan.

Seekor naga masih tetap bertapa sampai dengan saat ini, dan ini adalah naga terbesar dari ketiganya. Apabila ada hujan yang lebat dan tiada henti, mungkin saat itulah naga terbesar kembali kelautan. Sedangkan seorang lagi, berubah menjadi manusia. Yang dalam jangka waktu pertapaannya tersebut, ia berdiri tegak seperti pohon yang memiliki akar, daun dan ranting.

Dari kejauhan di lautan, pelaut tersesat, sering melihat titik merah seperti api yang memandang lautan, yang mana konon itu adalah mata sang naga. Adapun mengapa naga tersebut keluar dari bukit adalah karena telah tidak senang dengan keadaan kehidupan di bukit-bukit tersebut dan versi lain menyebutkan bahwa telah selesai masa pertapaannya dan ia kembali ke laut untuk berpasangan.

Rumah Ibadah

Rumah ibadah yang terdapat di Kota Balikpapan antara lain:

Geografi

Kota Balikpapan memiliki wilayah 85% berbukit bukit serta 12% berupa daerah datar yang sempit yang terutama berada di daerah Aliran Sungai dan Sungai Kecil serta Pesisir Pantai. Dengan kondisi tanah yang bersifat asam (gambut), serta dominan tanah merah yang kurang subur. Sebagaimana layaknya wilayah Indonesia, kota ini beriklim tropis. Kota ini berada di pesisir timur kalimantan yang langsung berbatasan degan Selat Makassar, memiliki teluk yang dimanfaatkan sebagai pelabuhan laut komersial dan pelabuhan minyak.

Batas wilayah

Letak Astronomis Balikpapan berada antara 1,0 LS – 1,5 LS dan 116,5 BT – 117,5 dengan luas sekitar 50.330,57 Ha atau sekitar 503,3 Km ² dengan batas-batas sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Makassar.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

dikutip dari : http://myabay.multiply.com/journal/item/10

About these ads
Categories: Info balikpapan Tags: , ,
  1. bogie
    September 23, 2008 at 5:11 PM | #1

    keknya nggak asing na….

    ini yang waktu itu di jogja semua kan……..

    ngaku aja na…………………..

    miss balikpapan language

    patut di lestarikan iya kah……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: