Sebuah Cerita KTP Balikpapan

Beberapa hari lalu saya membaca di Tribun Kaltim mengenai model KTP Balikpapan yang lain daripada yang lain. Di situ dikatakan bahwa KTP Balikpapan memiliki model yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah tentang KTP nasional. Memang sih, dilihat dari warnanya saja KTP Balikpapan ini sudah berbeda. Dalam berita koran tersebut, warna tidak menjadi masalah. Yang dibahas adalah mengenai apa-apa saja yang seharusnya tercetak di dalam selembar KTP. Menurut peraturan pemerintah, dalam KTP nasional di bagian depannya harus terdapat lambang garuda Pancasila, dan di belakangnya terdapat gambar kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nah, 2 hal tersebut tidak terdapat dalam KTP Balikpapan. Di bagian depannya terdapat lambang kotamadya Balikpapan dan di belakangnya tercetak gambar maskot Kalimantan Timur, yaitu 2 beruang madu beserta peta kota Balikpapan sebagai latarnya ditambah embel-embel motto kota Balikpapan, ‘Balikpapan Kota Beriman Kubangun, Kujaga, Kubela’ di bagian atas, plus kalimat di bagian bawahnya ‘Jadikan warga Balikpapan sebagai tuan di rumah sendiri’.

Heboh bukan? Tapi itulah yang menjadikan KTP Balikpapan ini unik. Semasa saya kuliah di Yogyakarta, tiap kali harus menunjukkan KTP untuk mengurus satu keperluan, orang yang disodorin pasti bilang kalau KTP saya beda. Bahkan ada yang bilang ‘KTPnya bagus ya Mbak…’ . Menurut pemerintah kota Balikpapan, perbedaan-perbedaan tersebut dulu sudah pernah dikonsultasikan ke pemerintah pusat, dan pemerintah pusat setuju-setuju saja. Menurut saya, setelah sekian lama menggunakan model KTP seperti sekarang ini kenapa baru sekarang diributkan masalah model yang tidak sesuai dengan KTP nasional? Seperti kata Gus Pur dari Republik BBM, ‘Gitu aja kok repot…’

Tapi, biarpun bagus, KTP Balikpapan ini sebenarnya ‘tidak laku’. Kenapa saya bilang gitu? Saya pernah bermasalah dengan KTP ini ketika hendak melamar sebagai PNS. Salah satu persyaratan yang harus disertakan dalam surat lamaran adalah fotokopi KTP. Kebetulan proses seleksinya dapat dipantau melalui situs di internet. Pada hari pengumuman hasil seleksi tahap pertama, saya langsung dinyatakan gugur (dengan sukses), dengan keterangan ‘KTP tidak dapat dikonfirmasi’. Nah lho?! Kok bisa begitu? Jadi dalam proses seleksi tahap awal tersebut yang diperiksa adalah kelengkapan surat lamaran sesuai persyaratan kemudian dilakukan konfirmasi dengan mencocokkan bagian isi resume yang memuat nomor identitas dengan berkas terlampir. Setelah saya cek ulang, ternyata nomor KTP sayalah yang jadi penyebabnya. Nomor KTP Balikpapan dicetak dengan huruf timbul dengan warna yang sama dengan warna dasarnya. Alhasil begitu difotokopi si nomor lenyap dengan sukses, alias tidak kelihatan tanda-tanda keberadaannya. KTP saya KTP bodong alias palsu dong? . Begitulah, saya langsung KO di ronde pertama akibat nomor KTP yang tidak nongol sehingga tidak bisa dikonfirmasi. Berarti untuk mencari kerja KTP Balikpapan gak laku dong?

Ternyata kejadian seperti saya ini banyak juga yang mengalaminya. Ada yang memberi saran pada saya kalau hendak difotokopi bagian nomornya dihitamkan dulu dengan spidol, dijamin bisa kelihatan di kertas fotokopinya. Waduh….menghitamkan KTP dengan spidol? Yang bener aja… Nanti kalau ada razia KTP malah lebih ribet lagi kalau ternyata warna hitam spidolnya tidak bisa dihapus…bisa dikira pendatang gelap yang pake KTP palsu dong dan digiring ke kantor polisi….ogaaaaahhhhh…

Jadi beginilah yang saya lakukan. Alternatif pertama, bagian nomor KTP ditulis ulang dengan komputer dengan jenis huruf yang mendekati aslinya, diprint, digunting, diletakkan di atas nomor aslinya kemudian ditutup dengan isolasi bening. Hup, begitu difotokopi si nomor akan tampak dengan jelas. Selesai fotokopi ya dicabut lagi lah yaw…. . Alternatif kedua, KTP discan, kemudian diprint. Dijamin sama persis dengan aslinya plus nomor yang mejeng dengan jelasnya. By the way, ketika saya mengirimkan surat lamaran dengan menggunakan KTP hasil scan yang diprint ini, sampai sekarang saya belum juga mendapat panggilan tuh. Bisa jadi kali ini saya bermasalah dengan KTP lagi, KTP saya dianggap KTP palsu hasil otak-atik dengan program photoshop…

O ya, di Balikpapan ini jangan sekali-kali berani keluar rumah tanpa membawa KTP. Polisi di Balikpapan paling rajin mengadakan razia KTP. Katanya itu merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pendatang ilegal di kota Balikpapan, supaya Balikpapan tidak sepadat Jakarta yang penuh dengan pendatang ilegal. Kalau lagi musim razia, bisa tiap hari ada razia KTP, gak siang gak malam, dan kalau belum puas juga diadakan razia door to door. Bila Anda lupa tidak membawa KTP, saat itu juga Anda langsung diangkut, tidak peduli apapun alasannya. Kalau Anda senang menjadi pusat perhatian, tentunya Anda tidak akan keberatan dong untuk duduk di bagian belakang mobil polisi yang baknya terbuka itu… . Saya sih ogah lah yaaaaa…

sumber :http://homeforpiglet.multiply.com/journal/item/3/KTP_oh_KTP


3 thoughts on “Sebuah Cerita KTP Balikpapan

  1. selain bentuknya bagus…kebetulan barusan perpanjang KTP
    prosesnya tertib dan cuman perlu waktu 15 menit tuh…
    tambahan info untuk yang diluar balikpapan
    beberapa proses pelyanan publik sudah banyak peningkatan
    termasuk perpanjangan STNK, yang terakhir cuman 6 menit dah selesai…. salut tuk Balikpapan….

  2. Wah, repot jg kalo KTP-nya beda sendiri ya, soale kan petugas publik ato HRD perusahaan ga ngerti kalo ada daerah yg desain KTP-nya beda sendiri, jd bisa dikira palsu. Kecuali kalo cari kerjanya ya di seputar Balikpapan aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s